PADANG — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat memastikan persoalan yang sempat terjadi antara Dirreskrimum Polda Sumbar Teddy Fanani dengan seorang sopir dinas Bill di kawasan Jalan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah diselesaikan secara baik dan berakhir dengan perdamaian secara kekeluargaan.
Penegasan tersebut disampaikan Wakapolda Sumbar dalam keterangannya kepada awak media, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya serta Kabid Propam Polda Sumbar. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumbar memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi polemik di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Wakapolda Sumbar menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Bandara Minangkabau tersebut pada dasarnya merupakan persoalan yang bermula dari kecekcokan di jalan antara Dirreskrimum Polda Sumbar Teddy dengan seorang sopir dinas bernama Bill.
Namun, setelah dilakukan komunikasi dan penyelesaian secara baik, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri persoalan tersebut melalui jalan damai dan kekeluargaan.
“Persoalan ini sudah diselesaikan dengan baik. Kedua belah pihak telah berkomunikasi dan sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan,” demikian penjelasan dalam penyampaian kepada media.
Polda Sumbar menilai penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah yang baik, terutama untuk menjaga suasana tetap kondusif serta mencegah persoalan yang berawal dari kesalahpahaman di jalan berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Wakapolda juga menekankan bahwa setiap persoalan yang terjadi, termasuk yang melibatkan anggota Polri, tetap menjadi perhatian institusi. Polda Sumbar berkomitmen memastikan setiap peristiwa dapat ditangani secara proporsional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dalam penyampaian keterangan tersebut juga menjadi bentuk keterbukaan Polda Sumbar kepada masyarakat dan insan pers. Humas Polda Sumbar terus berupaya memberikan informasi yang jelas sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan yang sempat menjadi perhatian publik.
Sementara itu, keterlibatan Bidang Propam Polda Sumbar menunjukkan bahwa aspek pembinaan dan pengawasan internal tetap menjadi bagian penting dalam setiap persoalan yang berkaitan dengan personel kepolisian.
Polda Sumbar berharap penyelesaian secara damai tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk senantiasa mengedepankan kesabaran, komunikasi, dan penyelesaian secara baik ketika menghadapi persoalan di ruang publik.
Terlebih di jalan raya, berbagai situasi dapat terjadi dengan cepat. Kesalahpahaman maupun perbedaan persepsi sebaiknya tidak langsung disikapi secara emosional, melainkan diselesaikan melalui komunikasi yang bijaksana.
Dengan adanya kesepakatan damai antara Dirreskrimum Polda Sumbar Teddy dan sopir dinas Bill, Polda Sumbar menegaskan bahwa persoalan tersebut telah selesai secara kekeluargaan dan diharapkan tidak lagi menjadi polemik berkepanjangan.
Polda Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam setiap aktivitas, khususnya ketika berada di jalan raya.
“Yang terpenting saat ini adalah persoalan sudah diselesaikan dengan baik dan kedua belah pihak telah berdamai. Kita berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi,” demikian penegasan Wakapolda Sumbar.
