EDITOR NEWS

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 13 Januari 2026

Hampir Dua Juta Perjalanan, Satu Tahun Kepercayaan untuk KAI Sumbar

   

SUMBAR | Deru roda baja yang beradu dengan rel kini bukan sekadar suara perjalanan, melainkan penanda tumbuhnya kepercayaan publik. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat capaian impresif dengan melayani 1.978.241 penumpang, mendekati angka psikologis dua juta pengguna jasa dalam satu tahun. Sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.697.020 penumpang.

Pertumbuhan 16,6 persen atau hampir 280 ribu penumpang tambahan ini bukan hanya angka statistik. Ia mencerminkan perubahan perilaku masyarakat Sumatera Barat yang kian menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama—aman, terjangkau, dan semakin nyaman di tengah dinamika mobilitas harian dan pariwisata daerah.

Stasiun Padang muncul sebagai simpul pergerakan terpadat. Dari sisi kedatangan, stasiun ini mencatat 533.251 penumpang, menjadikannya gerbang utama mobilitas masyarakat. Disusul Stasiun Pariaman dengan 408.054 penumpang, Air Tawar 166.833 penumpang, Naras 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM 103.935 penumpang.

Dari sisi keberangkatan, peta pergerakan tak jauh berbeda. Stasiun Padang kembali memimpin dengan 509.113 penumpang, diikuti Pariaman 394.193 penumpang, Air Tawar 192.345 penumpang, Naras 118.350 penumpang, dan BIM 105.649 penumpang. Angka-angka ini menegaskan peran strategis kereta api dalam menghubungkan pusat kota, kawasan pesisir, hingga akses bandara.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut capaian ini sebagai buah dari konsistensi peningkatan layanan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui pengalaman perjalanan yang positif dari waktu ke waktu.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh,” ujar Reza. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.”

Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar tidak berhenti pada capaian angka. Berbagai inovasi terus disiapkan, mulai dari penguatan operasional, peningkatan fasilitas stasiun dan sarana, hingga layanan pelanggan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Kereta api kini tidak lagi dipandang semata sebagai alat transportasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan penggerak ekonomi daerah. Jalur-jalur favorit seperti Padang–Pariaman menjadi saksi bagaimana kereta api menghubungkan destinasi, memperpendek jarak, dan membuka peluang ekonomi lokal.

Di tengah tantangan transportasi perkotaan dan isu keselamatan jalan raya, kereta api tampil sebagai solusi yang semakin relevan. Ketepatan waktu, harga terjangkau, serta kenyamanan perjalanan menjadikannya pilihan rasional sekaligus emosional bagi masyarakat.

Menutup tahun 2025, KAI Divre II Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya pada layanan kereta api. Komitmen ke depan ditegaskan: menghadirkan transportasi publik yang modern, andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, seiring tumbuhnya Sumatera Barat yang semakin dinamis.

Kepercayaan telah tumbuh di atas rel. Dan pada 2026, perjalanan itu belum akan berhenti—ia justru kian melaju.

Catatan Redaksi:

Kereta api sebagai transportasi publik berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, keselamatan perjalanan, pengurangan kemacetan, serta pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah. Keberlanjutan layanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi kunci terwujudnya transportasi yang inklusif dan berkeadilan.

TIM

Hampir Dua Juta Perjalanan, Satu Tahun Kepercayaan untuk KAI Sumbar

  

SUMBAR | Deru roda baja yang beradu dengan rel kini bukan sekadar suara perjalanan, melainkan penanda tumbuhnya kepercayaan publik. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat capaian impresif dengan melayani 1.978.241 penumpang, mendekati angka psikologis dua juta pengguna jasa dalam satu tahun. Sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.697.020 penumpang.

Pertumbuhan 16,6 persen atau hampir 280 ribu penumpang tambahan ini bukan hanya angka statistik. Ia mencerminkan perubahan perilaku masyarakat Sumatera Barat yang kian menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama—aman, terjangkau, dan semakin nyaman di tengah dinamika mobilitas harian dan pariwisata daerah.

Stasiun Padang muncul sebagai simpul pergerakan terpadat. Dari sisi kedatangan, stasiun ini mencatat 533.251 penumpang, menjadikannya gerbang utama mobilitas masyarakat. Disusul Stasiun Pariaman dengan 408.054 penumpang, Air Tawar 166.833 penumpang, Naras 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM 103.935 penumpang.

Dari sisi keberangkatan, peta pergerakan tak jauh berbeda. Stasiun Padang kembali memimpin dengan 509.113 penumpang, diikuti Pariaman 394.193 penumpang, Air Tawar 192.345 penumpang, Naras 118.350 penumpang, dan BIM 105.649 penumpang. Angka-angka ini menegaskan peran strategis kereta api dalam menghubungkan pusat kota, kawasan pesisir, hingga akses bandara.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut capaian ini sebagai buah dari konsistensi peningkatan layanan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui pengalaman perjalanan yang positif dari waktu ke waktu.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh,” ujar Reza. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.”

Lebih jauh, Reza menegaskan bahwa KAI Divre II Sumbar tidak berhenti pada capaian angka. Berbagai inovasi terus disiapkan, mulai dari penguatan operasional, peningkatan fasilitas stasiun dan sarana, hingga layanan pelanggan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Kereta api kini tidak lagi dipandang semata sebagai alat transportasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan penggerak ekonomi daerah. Jalur-jalur favorit seperti Padang–Pariaman menjadi saksi bagaimana kereta api menghubungkan destinasi, memperpendek jarak, dan membuka peluang ekonomi lokal.

Di tengah tantangan transportasi perkotaan dan isu keselamatan jalan raya, kereta api tampil sebagai solusi yang semakin relevan. Ketepatan waktu, harga terjangkau, serta kenyamanan perjalanan menjadikannya pilihan rasional sekaligus emosional bagi masyarakat.

Menutup tahun 2025, KAI Divre II Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya pada layanan kereta api. Komitmen ke depan ditegaskan: menghadirkan transportasi publik yang modern, andal, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, seiring tumbuhnya Sumatera Barat yang semakin dinamis.

Kepercayaan telah tumbuh di atas rel. Dan pada 2026, perjalanan itu belum akan berhenti—ia justru kian melaju.

Catatan Redaksi:

Kereta api sebagai transportasi publik berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, keselamatan perjalanan, pengurangan kemacetan, serta pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah. Keberlanjutan layanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi kunci terwujudnya transportasi yang inklusif dan berkeadilan.

TIM

Minggu, 11 Januari 2026

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Tegaskan Keselamatan Lalu Lintas Dimulai dari Kesadaran Pengendara

  

Padang | Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya arus kendaraan di berbagai ruas jalan Sumatera Barat, pesan keselamatan kembali ditegaskan oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan atau kendaraan, tetapi berawal dari kesadaran setiap pengendara saat berada di jalan raya.

Sebagai pimpinan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama. Ia menekankan bahwa kecepatan, kelalaian, dan sikap abai terhadap aturan lalu lintas masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. “Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada tidak pernah sampai,” menjadi pesan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.

Di bawah kepemimpinannya, Dirlantas Polda Sumbar tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan humanis melalui edukasi dan kampanye keselamatan. Mulai dari penggunaan helm standar, sabuk pengaman, hingga imbauan berkendara aman saat hujan dan malam hari, terus disuarakan secara konsisten kepada masyarakat.

Kombes Pol. Reza juga menyoroti pentingnya kesiapan pengendara sebelum melakukan perjalanan, terutama saat momentum libur panjang dan arus padat. Menurutnya, kondisi fisik pengemudi, kelayakan kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas merupakan satu kesatuan yang tidak bisa diabaikan. “Keselamatan dimulai sejak kita memutuskan untuk memutar kunci kendaraan,” tegasnya.

Melalui berbagai media visual dan kampanye digital, Dirlantas Polda Sumbar aktif menyampaikan pesan keselamatan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Dalam setiap arahannya kepada jajaran, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar selalu menekankan pentingnya pelayanan yang profesional dan berempati. Personel lalu lintas diminta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tanpa mengesampingkan ketegasan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Menurutnya, polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pengguna jalan. “Jika semua patuh, angka kecelakaan bisa ditekan, dan jalan raya menjadi ruang yang aman bagi semua,” ujarnya.

Dirlantas Polda Sumbar di bawah komando Kombes Pol. Reza terus berkomitmen melakukan evaluasi dan inovasi dalam pengelolaan lalu lintas. Mulai dari pengaturan arus, rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, semuanya diarahkan pada satu tujuan: menekan kecelakaan dan menyelamatkan nyawa.

Keselamatan berlalu lintas, sebagaimana ditegaskan Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, bukan hanya soal aturan, melainkan soal kepedulian. Jalan raya adalah ruang bersama, dan setiap keputusan pengendara dapat menentukan nasib orang lain. Karena itu, pulang dengan selamat harus selalu menjadi tujuan utama setiap perjalanan.

TIM RMO

Sabtu, 10 Januari 2026

Sosialisasi DIPA–Rendisgar 2026, AKBP Agung Tribawanto Perkuat Budaya Anti Penyimpangan

 

PASAMAN BARAT | Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif kembali ditunjukkan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., saat memimpin kegiatan Sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rencana Distribusi Anggaran (Rendisgar) Tahun Anggaran 2026, sekaligus penandatanganan Pakta Integritas di Aula Tatag Trawang Tungga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh jajaran Polres Pasaman Barat terkait arah kebijakan anggaran dan tanggung jawab moral dalam pengelolaannya. Di hadapan para pejabat utama dan personel, Kapolres menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar angka, melainkan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan.

Dengan sikap resmi dan penuh keteladanan, AKBP Agung Tribawanto membuka kegiatan dengan penekanan pada disiplin, loyalitas, serta integritas sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari cara anggaran dikelola secara transparan dan akuntabel.

Sosialisasi DIPA dan Rendisgar Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh satuan kerja mengenai alokasi anggaran, prioritas penggunaan, serta mekanisme pengawasan internal agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan realistis. Menurutnya, setiap program dan kegiatan harus benar-benar berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemeliharaan kamtibmas, serta penegakan hukum yang profesional.

AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan bahwa dinamika tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran harus adaptif namun tetap patuh pada aturan perundang-undangan dan prinsip kehati-hatian.

Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pejabat terkait. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaan anggaran.

Kapolres menegaskan bahwa Pakta Integritas bukanlah formalitas belaka, melainkan janji moral dan institusional yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari di lingkungan kerja masing-masing.

Suasana aula tampak khidmat saat prosesi berlangsung. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, mencerminkan keseriusan jajaran Polres Pasaman Barat dalam mendukung kebijakan pimpinan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Agung Tribawanto juga mengajak seluruh personel untuk saling mengingatkan dan mengawasi. Menurutnya, pengawasan internal yang kuat adalah kunci utama dalam menjaga marwah institusi Polri.

Ia menambahkan, keterbukaan dalam pengelolaan anggaran akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Kapolres berharap, melalui sosialisasi ini tidak ada lagi keraguan atau kesalahan pemahaman terkait penggunaan anggaran, sehingga setiap satuan kerja dapat menjalankan program secara efektif dan tepat sasaran.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Polri.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentolerir penyimpangan sekecil apa pun. Ia meminta seluruh jajaran bekerja sesuai aturan, prosedur, dan etika yang berlaku.

Di akhir kegiatan, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam mendukung pengelolaan anggaran yang berintegritas.

Dengan terlaksananya sosialisasi DIPA dan Rendisgar TA 2026 serta penandatanganan Pakta Integritas ini, Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menegaskan langkah pasti menuju tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.


TIM

AKBP Agung Tribawanto Pimpin Panen Raya Jagung, Sinergi Polisi dan Petani Kian Nyata

 

PASAMAN BARAT | Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning dan siap panen, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. tampak berdiri bersama petani. Mengenakan caping dan sarung tangan, ia tak sekadar hadir secara simbolik, tetapi ikut memetik jagung dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, yang digelar Polres Pasaman Barat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

Kegiatan panen raya ini menjadi momentum penting, bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi institusi kepolisian yang menunjukkan peran aktif di sektor strategis ketahanan pangan. Bagi AKBP Agung Tribawanto, ketahanan pangan adalah bagian dari stabilitas nasional yang juga menjadi perhatian Polri.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian,” ujar Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di sela kegiatan panen.

Panen jagung serentak ini merupakan hasil dari proses panjang pendampingan, pengawasan, dan sinergi antara Polres Pasaman Barat dengan kelompok tani. Sejak awal masa tanam, jajaran kepolisian aktif mendorong pemanfaatan lahan produktif serta memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan pertanian.

Bagi petani, kehadiran langsung Kapolres Pasaman Barat di ladang memberi semangat tersendiri. Mereka merasa diperhatikan dan didukung, tidak hanya secara moral, tetapi juga dalam bentuk kebijakan dan pengawalan program pertanian yang berkelanjutan.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, keberhasilan panen merupakan indikator bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi ekonomi lokal.

“Jika petani sejahtera, daerah kuat. Dan jika daerah kuat, maka ketahanan nasional akan terjaga,” tegas AKBP Agung Tribawanto dengan nada optimistis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam mendukung agenda pemerintah pusat terkait swasembada pangan. Jagung dipilih sebagai komoditas strategis karena perannya yang vital, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak.

Tak hanya memimpin panen, Kapolres Pasaman Barat juga berdialog langsung dengan petani, mendengarkan kendala di lapangan, mulai dari pupuk hingga akses pasar. Pendekatan ini memperlihatkan gaya kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Panen raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Polres Pasaman Barat pun berkomitmen melanjutkan pendampingan agar hasil pertanian semakin meningkat dan berkelanjutan.

Di bawah terik matahari, saat tongkol-tongkol jagung dikumpulkan, satu pesan kuat tergambar jelas: Polisi dan petani berjalan bersama. Dan di garis depan upaya itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., hadir bukan hanya sebagai pemimpin institusi, tetapi sebagai bagian dari solusi bagi ketahanan pangan bangsa.


TIM RMO

Keselamatan Bukan Slogan, Dirlantas Polda Sumbar Dorong Perubahan Perilaku

  

SUMBAR | Jalan raya bukan sekadar lintasan kendaraan, tetapi ruang bersama tempat ribuan nyawa saling beririsan setiap hari. Di tengah dinamika lalu lintas yang kian padat, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mengambil peran strategis dalam memastikan keselamatan menjadi nilai utama bagi setiap pengguna jalan.

Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., pendekatan keselamatan lalu lintas tidak lagi hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran dan empati di jalan raya.

Dirlantas Polda Sumbar memandang tertib berlalu lintas sebagai cermin karakter masyarakat. Cara seseorang berkendara mencerminkan sikapnya terhadap keselamatan orang lain. Karena itu, budaya disiplin harus tumbuh dari kesadaran, bukan semata karena takut sanksi.

Berbagai kampanye keselamatan terus digencarkan, mulai dari ajakan menggunakan sabuk pengaman, mengendalikan kecepatan, hingga kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan. Pesan yang disampaikan sederhana namun mendasar: satu keputusan ceroboh dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.

Menurut Dirlantas Polda Sumbar, kecelakaan lalu lintas sering kali diawali oleh hal-hal kecil yang dianggap sepele. Ponsel yang digenggam sesaat, kelelahan yang diabaikan, atau kecepatan yang sedikit dilebihkan, dapat menjadi pemicu tragedi dalam hitungan detik.

Karena itu, masyarakat terus diingatkan untuk fokus saat berkendara. Menghindari alkohol dan penggunaan ponsel bukan sekadar mematuhi aturan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dirlantas Polda Sumbar juga menaruh perhatian khusus pada titik-titik rawan kecelakaan. Persimpangan, ruas jalan padat, hingga kawasan dengan visibilitas terbatas menjadi fokus edukasi agar pengendara lebih waspada dan tidak tergesa-gesa.

Dalam berbagai kesempatan, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa jalan raya adalah ruang bersama. Tidak ada yang lebih berhak dibanding yang lain. Sikap saling menghormati menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Pendekatan humanis menjadi ciri dalam setiap langkah Ditlantas Polda Sumbar. Edukasi dilakukan dengan bahasa yang membumi, menyentuh sisi kemanusiaan, dan mengajak masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang.

Tidak kalah penting, Dirlantas Polda Sumbar mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah. Beristirahat sejenak dinilai jauh lebih bijak dibanding mempertaruhkan keselamatan demi mengejar waktu.

Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Keselamatan bukan hanya urusan kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.

Dirlantas Polda Sumbar meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan kecil. Mematuhi lampu lalu lintas, menghormati pejalan kaki, dan menjaga emosi saat berkendara adalah langkah sederhana yang berdampak luas.

Dengan konsistensi edukasi dan pendekatan yang persuasif, Dirlantas Polda Sumbar berharap kesadaran berlalu lintas tumbuh menjadi budaya, bukan paksaan. Jalan raya yang aman adalah fondasi bagi mobilitas yang sehat dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pesan yang terus digaungkan Dirlantas Polda Sumbar tetap sama: tertib berlalu lintas adalah cermin budaya bangsa. Keselamatan bukan hanya tujuan, melainkan komitmen moral yang harus dijaga bersama, setiap hari, di setiap perjalanan.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi