TNl AL-Kodaeral lX (20/7/2026).
Pemerintah telah mengambil langkah strategis berupa kebijakan efisiensi energi, termasuk pemberlakuan Work From Home (WFH) secara selektif bagi personel TNI dan PNS.
"Selaku prajurit Jalasena, kita harus menyikapi kebijakan ini secara bijak dan cerdas. WFH bukanlah kesempatan untuk bersantai sehingga menurunkan produktivitas satuan," terang Kasal, Laksamana TNl Dr. Muhammad Ali dalam amanat tertulisnya pada Upacara Tujuhbelasan bulan Juli 2026.
Amanat Kasal tersebut dibacakan Aspers Dankodaeral lX, Kolonel Laut (KH) Rojilun, selaku Inspektur upacara mewakili Dankodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., di Lapangan Apel Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku Senin (20/7/2026).
Menurut Kasal, kebijakan tersebut adalah tantangan bagi kita untuk tetap menjaga efektivitas kerja, koordinasi, dan kesiapan operasional satuan melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.
Pimpinan TNl AL ini menekankan bahwa saat ini TNI Angkatan Laut hidup dan bertugas di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan tingginya dinamika global, mulai dari konflik geopolitik hingga dampaknya terhadap perekonomian dunia dan nasional, termasuk meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Selain isu global lanjutnya, situasi stabilitas politik dan hukum di dalam negeri turut menjadi sorotan. Di era digital yang bergerak cepat, arus informasi kerap ditumpangi oleh penyebaran berita bohong (hoax), disinformasi, dan upaya adu domba.
"Seluruh personel TNI AL saya instruksikan agar senantiasa bijak, tidak mudah terprovokasi, memegang teguh komitmen netralitas TNI, menjaga soliditas internal, serta tetap fokus pada tugas pokok sebagai benteng pertahanan negara di laut," tegas Kasal.
Menghadapi tantangan kawasan yang kian kompleks tambah Kasal, TNI AL akan terus berkomitmen melakukan modernisasi kekuatan. Dalam waktu dekat, kekuatan jajaran armada TNI AL akan semakin diperkuat dengan kehadiran Alutsista strategis yang monumental.
Namun, pimpinan mengingatkan bahwa kedatangan Alutsista canggih tersebut harus diimbangi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dengan prinsip “The man behind the gun.”
"Kita harus mencetak prajurit-prajurit yang profesional, memiliki global mindset, menguasi teknologi modern, serta siap mengawaki Alutsista mutakhir ini dengan tingkat kemahiran yang tinggi. Pendidikan, latihan, dan kursus taktis harus diintensifkan mulai dari sekarang," ungkapnya.
Melalui upacara ini diharapkan seluruh prajurit dan PNS Kodaeral IX senantiasa meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap tantangan tugas, sehingga mampu memberikan pengabdian terbaik kepada TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara. (@Dispen Kodaeral IX).
