- EDITOR NEWS

Minggu, 18 Januari 2026

 

SUMBAR | Di tengah situasi pascabanjir yang masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali menunjukkan kehadirannya melalui aksi kemanusiaan berkelanjutan. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Sumbar gencar memberikan pelayanan medis langsung kepada warga terdampak banjir yang kini masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.

Pada Sabtu (17/1/2026), tim medis Biddokkes Polda Sumbar menyisir sedikitnya tujuh lokasi posko pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak. Pendekatan jemput bola ini dilakukan guna memastikan tidak ada warga yang terlewat dari layanan kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Sebanyak 92 warga tercatat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Pelayanan tersebut menjangkau Posko Huntara Lubuk Buaya, Batu Busuk, Lubuk Minturun, Air Dingin, Sungai Lareh, Gurun Laweh, hingga Nanggalo. Setiap posko menjadi titik krusial yang dipantau secara langsung oleh tenaga medis kepolisian.

Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faizal, menjelaskan bahwa pascabanjir kerap memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan akibat lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi sanitasi yang terbatas, cuaca lembap, serta kepadatan di pengungsian menjadi faktor utama meningkatnya keluhan medis.

“Dalam kegiatan hari ini, kami melayani total 92 pasien. Keluhan yang paling banyak kami temui adalah demam, batuk, flu, serta penyakit kulit seperti gatal-gatal. Selain itu, ada juga warga yang mengeluhkan sakit gigi, gangguan asam lambung, diare, hingga kami lakukan pemantauan rutin terhadap penderita hipertensi,” ungkap dr. Faizal di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala di lokasi pengungsian merupakan langkah strategis untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular. Deteksi dini menjadi kunci agar kondisi kesehatan warga tidak memburuk di tengah keterbatasan pascabencana.

Tak hanya memberikan pengobatan, tim Biddokkes juga membagikan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh warga. Edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat turut disampaikan secara langsung, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, terutama di masa-masa sulit.

“Bapak Kapolda telah menginstruksikan seluruh jajaran agar sigap dalam penanganan pascabencana. Melalui Biddokkes, Polda Sumbar memastikan kehadiran Polri tidak hanya sebatas pengamanan dan evakuasi, tetapi juga menjamin akses kesehatan bagi para penyintas banjir,” tegas Kombes Pol Susmelawati.

Ia menambahkan, pendampingan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih dan kondusif. Sinergi lintas sektor pun terus diperkuat agar pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, negara hadir melalui aparatnya. Polda Sumbar memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda